Tangerang, 24 April 2015

Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer atau APTIKOM menggelar suatu acara rembuk nasional dan gelar pendidikan di perguruan tinggi raharja. Pada acara ini bertujuan agar, setiap mahasiswa yang berlulusan dari jurusan informatika dan komputer memiliki gelar untuk bekal dalam dunia kerja nanti.

Setelah melewati hari yang panjang kemarin dan mengikuti segala pembicaraan yang dilakukan oleh orang-orang penting di APTIKOM 2015 ini. Dari ketiga poin yang telah dipaparkan oleh Bapak Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan di acara ini, seperti berikut ini:

  • Merespon secepat mungkin untuk revisi PERMEN 154
  • Untuk menguatkan tentang nama prodi, isi, kurikulum, serta pengajar.
  • Erat kaitannya dengan eksistensi BAN atau LAM bidang informatika itu sendiri.

“PERMEN 154 merupakan sunami bagi perguruan tinggi informatika dan komputer diseluruh indonesia”, Ujar petinggi APTIKOM, 24 April 2015

Permasalahan dengan sistem penamaan yang ada saat ini terdapat 8 (delapan) poin, diantaranya:

  • Nomenklatur gelar yang seragam seperti S.Kom tidak mencerminkan kompetensi lulusan maupun latar belakang program studi yang ditekuninya, sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman dalam proses rekrutmen industri.
  • Terminologi S.Kom sering disalahartikan sebagai singkatan dari Sarjana Komunikasi karena lampiran dalam penyebutannya,
  • Keahlian atau kompetensi khusus seorang lulusan perlu dan patut ditonjolkan sebagai ciri khasnya tidak tercermin dalam terminologi gelar yang di perolehnya.
  • Keadaan semakin membingungkan komunitas lain ketika yang bersangkutan harus meneruskan studi atau bekerja di dunia internasional.
  • Bagi awam, banyak yang tidak mengerti perbedaan diantara nama-nama program studi yang ada, karena istilahnya cukup asing didengar.
  • Sudah banyak yang mencoba membuat variasi nama yang mudah dimengerti masyarakat, tetapi tidak sesuai dengan standar yang disepakati dan terkadang “menyesatkan”.
  • Komunitas industri sering menganggap nama program studi terlampau berbau akademis, tidak melihat pada konteks kebutuhan industri,
  • Teknologi informatika dan komputer berkembang sedemikian cepat yang melahirkan berbagai jenis standar dan terminologi baru.

kesepakatan tadi malam bahwa nama-nama prodi yang sudah ada sebaiknya di pertahankan, karena untuk mengubah nama pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tentu hal itu dinilai akan membuang energy dan biaya saja. Hal tersebut pun dianggap sudah final. Pada Rapim ini akan dibahas juga tentang program-program yang sudah berjalan maupun akan berjalan seperti Program Pendidikan Jarak Jauh, LAM, Kerjasama Luar Negeri (KLN), dan lain – lain